Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi >> Panduan Petunjuk Teknis Leaflet >> Teknologi Pembuatan Jamu Ternak Ramah Lingkungan


Create : 13 Agustus 2013

Pendahuluan

Berdasarkan data sensus Sapi yang dilakukan oleh BPS pada akhir Juni 2011 jumlah populasi sapi potong di seluruh Indonesia ternyata mencapai 14 juta ekor, sapi perah 400.000 ekor, dan kerbau 1,1 juta ekor.

Dengan mengacu pada cetak biru (blue print) swasembada pangan 2014, jika populasi sapi potong telah mencapai 14 juta ekor, akan berdampak pada pengurangan kuota impor. Jika populasi sudah mencapai 14,3 juta ekor, Indonesia sudah bisa dikatakan berswasembada daging karena 90 persen kebutuhan sudah terpenuhi. Walaupun ada impor, jumlahnya tidak lebih dari 46.000 ton. Populasi sapi di Sulawesi Selatan pada tahun 2011 mencapai 983.985 ekor. Angka ini menempati Sulawesi Selatan berada pada urutan ketiga nasional setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Target populasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Sulawesi Selatan yakni 1 (satu) juta ekor sapi hingga 2013 optimis bisa tercapai bahkan melampaui target. Peningkatan populasi ternak yang telah dicapai oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan tersebut melalui kawin alam, inseminasi buatan dan juga melalui pengendalian penyakit seperti penyakit anthrax.

Sulawesi Selatan merupakan barometer pangan kawasan timur Indonesia, Hal ini menempatkan Sulawesi Selatan sebagai kekuatan pangan utama nasional. Di sisi lain, konsekuensi dari akan diimplementasikannya komunitas ekonomi ASEAN dan terdapatnya Asean - China Free Trade Area (ACFTA) mengharuskan Indonesia khususnya Sulawesi Selatan untuk meningkatkan daya saing produknya guna mendapatkan manfaat nyata dari adanya integrasi ekonomi tersebut.

Oleh karena itu, percepatan transformasi ekonomi yang dirumuskan dalam MP3EI ini menjadi sangat penting dalam rangka memberikan daya dorong dan daya angkat bagi daya saing produk-produk pertanian Indonesia khususnya Sulawesi Selatan harus mampu bersaing dengan Negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand, Filipina dan Malaysia. Adapun pangsa produk pertanian unggulan Indonesia yang sangat diminati oleh mancanegara adalah daging sapi, sejak merebaknya penyakit sap gila di Australia. Banyak Negara-negara di Asia Pasifik menutup akses impor produk-produk daging dari negara Kanguru tersebut. Ini merupakan peluang strategis bagi Indonesia pada umumnya, dan Sulawesi Selatan pada khususnya.

Salah satu kendala lemahnya daya saing produk pertanian Indoensia adalah tingginya residu yang ditinggalkan akibat penggunaan bahan-bahan kimia. Salah satu teknologi yang merupakan bentuk kearifan lokal adalah penggunaan jamu tradisional untuk ternak sapi.

Penggunaan jamu tradisional ini diharapkan meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan sehingga menghasilkan kenaikan bobot badan sapi dan kualitas karkas yang tinggi serta daging yang dihasilkan mampu bersaing dipasar internasional.

Indonesia sejak jaman dulu diakui dunia internasional sebagai penghasil rempah-rempah didunia bahkan Belanda sampai sekarang masing mengimpor rempah-remah asli Indonesia.

Rempah-rempah yang diimpor dari Indonesia merupakan bumbu utama untuk mengolah daging sebelum diolah menjadi produk lainnya. Diharapkan keberhasilan Indoensia dalam berswasembada daging diharapkan mampu menciptakan produk daging yang organik.

Rempah-rempah tidak hanya menghasilkan daging yang memiliki citra rasa organik, tetapi juga mampu meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh sehingga dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) yang sangat signifikan.

Penelitian pemberian jamu tradisonal dari NTB mampu memberikan kenaikan PBBH sebesar 0,45 - 1,45 kg/ekor/hari. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Loka Penelitian Sapi Potong Grati melalui pemberian suplemen tradisional berupa campuran madu, temu kunci, telur ayam dan vitamin E pada pejantan Sapi Bali menunjukkan kualitas semen pejantan setelah diberikan suplement lebih baik dari pada sebelum diberikan suplemen.

Cara Pembuatan Jamu Sapi
(dosis dibuat untuk 2 ekor/minggu)


Bahan-bahan :

  1. 100 g Temulawak
  2. 50 g Jahe
  3. 200 g Gula merah
  4. Gram secukupnya
  5. 100 g Kunyit
  6. 10 g Kencur
  7. 10 g Asam jawa
  8. 2 liter air

Cara Pembuatan :

  1. Bahan-bahan seperti temulawak, kunyit, jahe, kencur dicuci bersih kemudia diiris tipis.
  2. Masak gula merah bersama asam jawa.
  3. Setelah diiris tipis selanjutnya diblender sampai halus
  4. Setelah halus disaring
  5. Selanjutnya dicampur air masakan gula merah dan asam jawa ditambah air sampai volume air 2 liter
  6. Aduk merata
  7. Jamu dimasukkan ke dalam botol kemasan dan diberi label
  8. selanjutnya jamu siap diaplikasikan ke ternak sesuai dosis yang disarankan

Jamu Ternak Sapi

Redaktur : Matheus Sariubang dan Novia Qomariah

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 13 Agustus 2013 12:13
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com