Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner

Info Teknologi >> Pemanfaatan Limbah Organik Pertanian sebagai Pupuk Organik


gambarPendahuluan

  1. Pupuk sangat penting untuk tanaman
  2. Tanaman butuh unsur hara untuk tumbuh dan berkembang
  3. Kompos merupakan pupuk yang mengandung bahan organik penting yang dibutuhkan oleh tanaman.
  4. Kompos terbuat dari sisa-sisa kotoran hewan, limbah rumah tangga, yang mengalami penguraian oleh mikro organisme

Keunggulan Pupuk Organik

  1. Memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah
  2. Memiliki kandungan hara makro dan mikro yang lengkap Ramah lingkungan
  3. Dapat dibuat sendiri
  4. Menyerap dan menyimpan air lebih lama
  5. Membantu meningkatkan mikro organisme tanah

Membuat Kompos Secara Praktis dan Sederhana dengan Promi

PROMI adalah formula mikroba unggul yang mengandung mikroba pemacu pertumbuhan tanaman, pelarut hara terikat tanah, pengendali penyakit tanaman, dan dapat menguraikan limbah organik pertanian /perkebunan, atau Limbah rumah tangga.

Bahan aktif Promi adalah mikroba unggul asli Indonesia yang telah diseleksi dan diuji di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, yaitu Trichoderma harzianum DT 38, T, pseudokoningii DT 39, Aspergillus sp, dan mikroba pelapuk.

Pembuatan Kompos Limbah Organik Pertanian dengan Promi

Bahan :

Jerami, seresah, rumput-rumputan, air dan jika ada
kotoran ternak/pupuk kandang.

Peralatan :

Sabit/parang, ember/bak untuk tempat air, ember untuk menyiram aktivator, tali, cetakan dari bambu/kayu, plastik penutup, sekop garpu/cangkul.

Dosis :

Dosis Promi adalah 1 kg (A, T, dan PI) untuk 2 ton bahan.

A = 170 gr atau 30 sendok makan
T = 170 gr atau 30 sendok makan
PI= 170 gr atau 30 sendok makan

Perhitungan Dosis

1 kg Promi 2 ton bahan
1 m3 bahan 1 ton bahan

Jika tiap lapisan = 10 cm maka untuk 100 cm (1 m) 10 lapisan Untuk 1 ton bahan dosis 0,5 kg Promi terdiri dari : (± 100 cm) A = 170 gr atau 30 sendok makan. T = 170 gr atau 30 sendok makan. P1 = 170 gr atau 30 sendok makan.

Volume air yang diperlukan 300 lt untuk 1 m3 bahan Jadi untuk tiap lapisan 10 cm dosis 3 sendok ˜ 17 gr per 30 liter (± 2 ember) jadi dosis per ember (15 liter air) = 1,5 sendok makan = 8,5 gr.

Tahapan

1 Masukkan air ke dalam bak/ember. Volume air yang diperlukan kurang lebih 300 Lt untuk 3 setiap 1 m3 bahan.
2 Masukkan Promi ke dalam bak sesuai dosis yang diperlukan. Aduk hingga tercampur merata.
3 Siapkan cetakan bambu gambar
4 Masukkan jerami kedalam cetakan lapis demi lapis. gambar
5 Siramkan Promi pada setiap lapis secara merata. gambar
6 Padatkan setiap lapisan jerami dengan cara di injak-injak. gambar
7 Setelah cetakan penuh, buka cetakan bambu. gambar
8 Tutup tumpukan jerami dengan plastik. gambar
9 Ikat plastik dengan tali.
10 Tumpukan jerami dibiarkan selama 2 - 4 minggu dan tidak perlu di bolak balik. gambar

Pengamatan

Setelah inkubasi 2 minggu, lakukan pengamatan hingga ke bagian dalam tumpukan. Buka plastik penutup dan amati tumpukan jerami tersebut. Pengomposan berhasil baik apabila :

  1. Terjadi penurunan tinggi tumpukan
  2. Jika dipegang terasa panas
  3. Tidak berbau menyengat
  4. Tidak kering
  5. Jerami mulai melunak

Lakukan hal-hal berikut ini apabila :

  1. Tumpukan tidak panas dan jerami kering, maka tambahkan air secukupnya.
  2. Berbau menyengat dan tumpukan terlalu basah, maka tancapkan bambu yang telah dilubangi untuk menambah aerasi.
  3. Jika perlu lakukan pembalikan.
  4. Kompos dipanen apabila telah cukup matang.

Ciri kompos yang telah matang :

  1. Berwarna coklat kehitam-hitaman, lunak dan mudah dihancurkan,
  2. Suhu tumpukan sudah mendekati suhu awal pengomposan
  3. Tidak berbau menyengat, dan volume menyusut hingga kurang lebih setengahnya.

Aplikasi Kompos yang dihasilkan adalah kompos diperkaya mengandung mikroba yang bermanfaat, yaitu :

  1. Trichoderma harzianum yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman,
  2. T. pseudokoningii yang dapat mengendalikan penyakit tanaman
  3. dan Aspergillus sp yang dapat melarutkan fosfat.
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 05 Desember 2012 09:33
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com