Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner

Info Teknologi >> Pembuatan Pupuk Organik Cair


PENDAHULUAN

fotoKabupaten Sinjai terletak di bagian pantai timur Propinsi Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 223 km dari kota Makassar terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan dengan 80 desa dan kelurahan. Kabupaten Sinjai memiliki potensi peternakan yang sangat menjanjikan karena didukung dengan ketersediaan bahan pakan lokal yang cukup banyak seperti dedak padi, tepung ikan, dan limbah-limbah pertanian lainnya.

Adapun populasi ternak besar dan kecil pada tahun 2009 sebagai berikut : sapi perah 397 ekor, Sapi potong 48.396 ekor, kerbau 1.301 ekor, kuda 1.960 ekor dan kambing 11.830 ekor (BPS, 2009). Potensi ternak yang besar akan diikuti dengan peningkatan jumlah limbah yang dihasilkan seperti feses dan urine.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Andi Putranto AT (2003) di Dusun Ngadong, Desa Girikerto, Kec. Turi, Kab. Sleman Yogyakarta bahwa dalam 100 ekor sapi dapat menghasilkan 1.500 liter sampai dengan 2.000 liter urine per hari. Berdasarkan hal tersebut maka di Kab. Sinjai terdapat kurang lebih 731.895 liter urine sapi per hari yang terbuang dan tidak dimanfaatkan. Itu baru urine yang dihasilkan dari ternak sapi belum dari ternak kuda, kerbau dan kambing.

Pada tahun 2011 jumlah proposal FMA yang diusulkan 75% adalah mengenai penggemukan sapi, tentunya limbah yang dihasilkan berupa urine sapi sangatlah besar. Dengan demikian guna mendukung kegiatan FMA tersebut perlu dilakukan suatu uji coba/demonstrasi teknologi pembuatan pupuk cair dari urine sapi guna memanfaatkan potensi limbah peternakan menjadi suatu produk olahan yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta mengurangi penggunaan pupuk organik.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan pemanfaatan limbah air kencing (urine) sapi untuk dijadikan pupuk organik cair, kepada petani pengelola FEATI serta menjaring umpan balik dari petani berkaitan dengan teknologi pemanfaatan urine sapi sebagai pupuk cair.

Kelebihan Pupuk Organik Cair

  1. Mempunyai jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat
  2. Mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh
  3. Mempunyai bau yang khas urine ternak yang dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman.

Tabel 1. Jenis dan Kandungan Zat Hara pada beberapa Kotoran Ternak Padat dan Cair (sumber Lingga 1991).

Nama Ternak & bentuk kotorannya N (%) F (%) K (%) Air (%)
Kuda - padat 0.55 0.30 0.40 75
Kuda - cair 1.40 0.02 1.60 90
Kerbau - Padat 0.60 0.30 0.34 85
Kerbau - Cair 1.00 0.15 1.50 92
Sapi -padat 0.40 0.20 0.10 85
Sapi - cair 1.00 0.50 1.50 92
Kambing - padat 0.60 0.30 0.17 60
Kambing - cair 1.50 0.13 1.80 85
Domba - padat 0.75 0.50 0.45 60
Domba - cair 1.35 0.05 2.10 85

Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Urine Sapi

Bahan dan alat :

  1. 1 bak penampungan uk. 1 m3
  2. 1 pompa air
  3. 1 talang air panjang 4 m
  4. Sambungan talang air
  5. 1,4 liter Bakteri Rumio Bacillus
  6. 1,4 liter Bakteri Azoto Bacter
  7. 1100 liter urine sapi
  8. Selang air
  9. lem paralon

Cara Pembuatan :

  1. 1,4 liter bacteri Rumio Bacillus dan 1,4 liter bakteri Azoto Bacter dimasukkan dalam 1100 liter air urine ke bak fermentasi,
  2. Kemudian diaduk sampai rata, selanjutnya ditutuprapat selama 1 minggu.
  3. Setelah 1 minggu dipompa dengan menggunakan pompa air dan dilewatkan melalui talang air, dibuat seperti tangga selama 6 jam, tujuannya untuk penepisan atau menguapkan kandungan gas amonia, agar tidak berbahaya bagi tanaman yang akan di beri bio urine (Exotics Farm Indonesia 2010)
  4. Kemas dalam jirigen ukuran 5 liter
  5. Kemudian pupuk cair ini siap digunakan.

Cara Penggunaan :

  1. Untuk perendaman biji : 1 liter pupuk urine + 10 liter air direndam selama 10 menit.
  2. Untuk pupuk cair yang diaplikasikan lewat daun : 1 liter pupuk urine per tangki semprot.
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 14 Agustus 2012 14:44
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com