Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi >> Panduan Petunjuk Teknis Brosur >> Teknologi beternak ayam buras


PENDAHULUAN

Ayam buras atau ayam kampung merupakan potensi di daerah yang selalu ada dan hampir dimiliki oleh setiap rumah tangga serta mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan jenis unggas lain. Keunggulan tersebut antara lain 1). Mudah dipelihara dan sudah sering dilakukan oleh masyarakat di pedesaan, 2). cepat beradaptasi dengan lingkungan dan umumnya tahan terhadap penyakit tertentu, 3). daging dan telur ayam buras lebih disukai masyarakat, karena dagingnya kenyal dan tidak berlemak seperti ayam ras, selain itu daging ayam buras mengandung 19 protein dan asam amino yang tinggi. Sehingga peluang pasar masih terbuka lebar dan harganya tetap stabil, 4). dapat dilaksanakan dengan modal kecil-kecilan dan penggunaan lahan terbatas serta dapat diusahakan secara bertahap, 5). memiliki variasi keunggulan tertentu sesuai dengan daerah asalnya.

Dalam berusaha ternak ayam buras masih banyak kendala usaha yang ditemukan seperti tingkat kematian yang tinggi hal ini disebabkan latar belakang pemeliharaannya adalah sekedar sebagai usaha sampingan dengan tujuan untuk diambil daging dan telurnya sebagai penambahgizi keluara serta dijual pada saat membutuhkan uang. Dengan kata lain usaha ini hanya merupakan pelengkap, tanpa didorong oleh manfaat lain dari hasil ternak ayam tersebut. Cara pemeliharaan yang dilakukan pada umunya tradisional, biasanya ayam-ayam dibiarkan berkeliaran (diumbar) di kebun atau di pekarangan untuk mencari makan karena peternak jarang memberi pakan pada ayam-ayamnya.

Mengingat keberadaan dan pemilikan ayam buras yang sudah umum dikalangan masyarakat di pedesaan makan usaha meningkatkan peran ayam buras dan upaya peningkatan produktivitas serta pengambangan sistem produksi dapat ditempuh dengan cara seleksi bibit dan perbaikan sistem pemeliharaan yang meliputi sistem perkandangan, mutu pakan dan penjagaan kesehatan ternak.

SISTEM PEMELIHARAAN AYAM BURAS

Sistem budidaya ayam buras yang berkembang saat ini dapat dibedakan menjadi 3 sistem pemeliharaan yaitu :

  1. Sistem Pemeliharaan Ayam Buras Secara Tradisional
    Sistem pemeliharaan ini biasa dilakukan oleh sebagian besar petani pedesaan. Ayam buras dipelihara dengan cara dibiarkan lepas, petanikurang memperhatikan aspek teknis dan perhitungan ekonomi usahanya. Pemeliharaan bersifat sambilan, dimana pakan ayam buras tidak disediakan secara khusus hanya mengandalkan sisa-sisa hasil pertanian. Sistem perkandangan kurang diperhatikan, ada yang dikandangankan didekat dapur, dan ada yang hanya bertenger di dahan pohon-pohon pada malam hari.

    Pada pemeliharaan secara tradisional tingkat kematian ayam dapat mencapai 56 % terutama pada anak ayam sampai umur 6 minggu, produksi telur rendah (47 butir per induk per tahun)

  2. Sistem Pemeliharaan Secara Semi Intensif
    Sistem pemeliharaan secara intensif adalah pemeliharaan ayam buras dengan penyediaan kandang dan pemisahan anak ayam yang baru menetas dari induknya dengan skala usaha rata-rata 9 ekor induk per tani. Selama pemisahan ini, anak ayam perlu diberi pakan yang baik (komersial atau buatan sendiri). Biasanya pakan tambahan diberikan sebelum ayam dilepas di pekarangan atau di kebun untuk mencari pakan sendiri.

    Pada pemeliharaan secara semi intensif ini tingkat kematian ayam dapat mencapai 34 % terutama pada ayam sampai umur 6 minggu dan produksi telur mencapai 59 butir per ekor per tahun

  3. Sistem Pemeliharaan Secar Intensif
    Pemeliharaan secara intensif ini artinya ayam buras yang diperlihara petani dikurung/dikandangkan sepanjang hari, dengan skala usaha rata-rata 18 ekor induk ayam per petani. Cara pemeliharaan ini tidak jauh beda dengan sistem pemeliharaan secara semi intensif, namun bedanya pakan diberikan secara penuh yaitu 100 gram per ekor per hari. Pada cara ini petani harus secara terus menerus menangani usahanya. Pada sistem pemeliharaan secara intensif ayam betina tidak diberikan kesempatan mengerami telurnya. Telur dieramkan oleh ayam-ayam yang khusus dipelihara sebagai penetas telur atau ditetaskan dengan menggunakan mesin tetas.

    Pada pemeliharaan secara semi intensif ini tingkat kematian ayam mencapai 27 % terutama pada anak ayam sampai umur 6 minggu dan produksi telur dapat mencapai 103 butir per ekor per tahun.

PEMELIHARAAN AYAM BURAS

  1. Pemilihan Bibit
    Bibit ayam buras yang baik sangat menentukan percepatan perkembang biakan dan keuntungan bagi peternak dalam usaha tani ayam buras. Cara memilih ayam buras calon induk atau calon pejantan adalah sebagai berikut.
    Calon Induk Calon Pejantan
    1. Umur = 6 sapai 12 bulan 1. Umur = 8 sampai 24 bulan
    2. Berat badan = kurang lebih 0,8 Kg 2. Berat badan kurang lebih 1 sampai 1,2 Kg
    3. Sehat, tidak cacat, mata bersinar dan hidup 3. Sehat, tidak cacat, mata bersinar dan hidup
    4. Daerah dubur lembut 4. Tubuh besar, kokoh dan kuat
    5. Jarak antara tulang duduk 2 jari 5. Bentuk kepala lurus dan pipih
    6. Jarak antara tulang duduk dan tulang dada 3 jari 6. Bentuk ekor melengkung dan terjuntai kebawah
    7. Kedua sayap lebar dan simetris 7. Terdapat taji dengan bentuk runcing/bulat seperti agung
    8. Jengger dan pial berwarna merah segar 8. Kaki dan kukuh bersih, sisi-sisiknya teratur.
    9. Tidak mempunyai sifat kanibal 9. Tidak mempunyai sifat kanibal
  2. Kandang
    Fungsi kandang bagi ternak ayam terutama untuk melindungi dari hujan, terpaan angin, panas dan gangguan binatang buas. Selain itu berfungsi sebagai tempat tidur dan yang utama adalah sebagai tempat berkembang biak.

    Ukuran kandang ayam buras biasanya 2m x 3m untuk menampung 40 ekor anak ayam sampai umur 2-3 bulan atau dapat untuk menampung 30 ekor ayam dewasa.

    Syarat kandang yang baik, yaitu :

    1. Cukup mendapat sinar matahari
    2. Cukup mendapat angin atau udara segar
    3. Jauh dari kediaman rumah sendiri
    4. Bersih
    5. Sesuai kebutuhan (umur dan keadaannya)
    6. Kepadatan yang sesuai
    7. Kandang kokoh dan kuat serta atap tidak bocor

    Kepadatan Kandang :

    1. Anak ayam beserta induk : 1- 2 m2 untuk 20 - 25 ekor anak ayam dan 1 - 2 induk.
    2. Ayam dara 1 m2 untuk 14 - 16 ekor.
    3. Ayam masa bertelur, 1 - 2 m2 untuk 6 ekor dan pejantan 1 ekor
  3. Pakan
    Pada sistem pemeliharaan secara tradisional ayam buras akan berusaha mencukupi kebutuhan gizinya dari berbagai sumber bahan pakan yang tersedia dilingkungannya. Pada sistem pemeliharaan ayam buras secara semi intensif peternak memberikan pakan tambahan pada ayam burasnya sedangkan pada sistem pemeliharaan secara intensif pakan sepenuhnya disediakan peternak.

    Jumlah kebutuhan pakan

    Tahap pertumbuhan Umur (bln) Jumlah Pakan (gr/ek/hr)
    Anak 0 - 2 5 - 20
    Dara 2 - 5 20 - 70
    Produksi > 5 70 - 100

    Kebutuhan zat makanan

    Anak Ayam : 17 % protein, 2700 k.kal/kg
    Dara/Dewasa : 14 % protein, 2900 k.kal/kg

    Formula pakan ayam kampung

    1. Formula 1 (umur 1-7 hari)
      Ayam buras diberikan pakan jadi ayam ras petelor ditambah dengan hijauan.
    2. Formula 2 (umur 1 minggu - 10 minggu)
      1. Konsentrat ayam ras petelor : 10 %
      2. Jagung : 40%
      3. Bekatul : 30 %
      4. Tepung Ikan : 10%
      5. Girit : 5 %
      6. Hijauan : 5 %
    3. Formula 3 (umur 10 - 20 minggu)
      1. Konsentrat ayam ras petelor : 8 %
      2. Jagung : 20%
      3. Bekatul : 60 %
      4. Tepung Ikan : 10%
      5. Girit : 2 %
      6. Hijauan : 10 %
    4. Formula 4 (khusus periode grower dan layer) setiap 55 kg pakan
      1. Konsentrat ayam ras petelor : 12 %
      2. Jagung giling : 15 kg
      3. Dedak halus : 25 kg
      4. girit : 1 kg
      5. Mineral B 12 : 1 Kg
      6. Tepung ikan : 1 Kg
      7. Ditambah hijauan secara tidak terbatas

      Sumber BPTP KalBar

  4. Pengaturan Siklus Bertelur
    Untuk meningkatkan jumlah produksi beberapa cara dapat dilakukan salah satu diantaranya adalah penetasan telur dengan mesin tetas. Telur-telur yang ada disangkar diambil dan dipindahkan ke dalam mesin tetas, sehingga kalau induk ayam mau mengerami telur di sangkarnya tidak jadi karena sangkar kosong.

    Induk ayam yang mulai mengeram kemudian di pegang dan dimandikan setiap hari dengan tujuan untuk menghilangkan sifat mengeram induk ayam secepat mungkin, setelah sifat mengeram menghilang maka babon akan memperlihatkan sifat birahinya dan akan bertelur kembali. Langkah ini dilakukan bertujuan agar dihasilkan telur yang lebih banyak.

PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT

  1. Penyakit Tetelo (ND)
    Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyebabkan gangguan pernapasan, syaraf, menghambat pertumbuhan dan dapat menyebabkan kematian.

    Pencegahan dapat dilakukan dengan jauhkan ayam-ayam sakit dan cucihamakan kandang dan peralatan kandang, selalu menjaga kebersihan/sanitasi kandang dan lingkungan, berikan makan/minuman yang baik dan cukup, lakukan vaksinasi atau berikan obat pencegahan tepat pada waktunya.

    Program vaksinasi penyakit ND pada ayam buras :

    Periode vaksinasi Umur Ayam Jenis vaksin Dosis dan aplikasi
    Pertama (I) 1-4 hari Strain F 1 tetes lewat mata
    Kedua (II) 3-4 minggu Strain F 1 tetes lewat mata
    Ketiga (III) 2-3 bulan Strain K
    0,5 dosis suntikan pada otot
    Keempat (IV) 5-6 bulan, diulang setiap 6 bulan Strain K
    1 dosis suntikan pada otot
  2. Penyakit Flu Burung
    Penyakit ini disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan kematian secara mewabah, tanda-tanda penyakit ini adalah : (1). Jengger, pial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan, (2). kadang-kadang ada cairan dari mata dan hidung,(3). Pembengkakan di daerah bagia muka dan kepala, (4) pendarahan dibawah kulit, (5) pendarahan titik pada daerah dada, kaki dan telapak kaki, (6) batuk, bersin dan ngorok dan (7) ayam mengalami diare dan tingkat kematian tinggi.

    Program vaksinasi flu burung pada ayam buras :

    Periode vaksinasi Umur Ayam Dosis dan aplikasi
    Pertama (I) 4-7 hari 0,2 ml suntikan dibawah kulit pada pangkal leher
    Kedua (II) 4-7 minggu 0,5 cc suntikan dibawah kulit pada pangkal leher/otot dada.
    Ketiga (III) 12 minggu, diulang kembali setiap 3-4 bulan sekali
    pada pangkal leher/otot dada

    Pengisian kembali (Restocking) kandang ayam yang terserang penyakit flu burung adalah sebagai berikut peternak diperbolehkan mengisi kandang kembali setelah 30 hari pengosongan kandang dan harus dipastikan semua tindakan desinfeksi dan pembakaran/penguburan sesuai prosedur.

  3. Penyakit Coccidiosis (Berak Darah)
    Tanda-tanda penyakit ini adalah pucat dan lesu, nafsu makan menurun, pada anak ayam biasanya mencret bercampur darah, kandang-kandang terjadi kelumpuhan, bila serangan penyakit ini cukup lama, ayam akan kurus dan akhirnya mati. Pengobatan dapat digunakan Coccidiostat seperti Trisulfa.
  4. Penyakit Kolera
    Penyakit kolera dapat menular dan menyerang mendadak yang dapat mengakibatkan kematian, penyakit ini cenderung mewabah kembali setelah sembuh dari pengobatan. Tanda-tanda penyakit ini adalah berak warna hijau dan jengger kebiru-biruan. Salah satu penyebab yang sering tumbuh adalah dari pakan atau air minum yang tercemar kotoran atau pakan yang basi. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat sulfa atau terramicyn.
  5. Penyakit Snot (Salesma)
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan menyerang pada ayam semua umur. Tanda-tanda penyakit ini adalah mula-mula pada lubang hidung keluar cairan agak encer, lama-lama mengental dan ayam sering bersin, nafsu makan menurun, di lubang hidung biasanya agak membengkak. Pengobatan dapat digunakan sterptomycin. Pencegahan jangan biarkan ayam memakan jeroan atau bangkai.

ANALISA USAHA PEMELIHARAAN AYAM BURAS

  1. Sistem usaha pemeliharaan secara tradisional
    Pada pola usaha ini kebanyakan petani kurang memperhitungkan tentang pengeluaran dan pendapatan usaha ini, karena masih bersifat usaha sambilan. Tenaga kerja dalam pemeliharaan ayam buras masih tergantung pada tenaga kerja keluarga sehingga tidak diperhitungkan pada analisa ini
    Investasi (Modal tetap)
    - Kandang Rp. 150.000,-
    - Bibit ayam betina 2 ekor Rp 60.000,-
    - Bibit ayam jantan 1 ekor Rp 35.000,-
    Total Rp. 245.000


  2. Biaya produksi 1 tahun :
    (a) Pakan :

    1. Ayam dewasa (pada umumnya dedak) : 0,075 kg/hari x 3 ekor x 365 hari x Rp. 1000,-/kg
    Rp 82.124,-
    2. Anak ayam sampai 4 bulan : 0,05 kg/hari x 10 ekor x 120 hari x Rp. 1000/kg x 3 periode
    Rp 180.000,-
    (b) Vaksin Rp. 0,-
    Penyusutan kandang (20%) Rp. 30.800,-
    Total Rp. 292.925,-


    Pendapatan
    (a). Produksi telur kurang lebih 13 butir/periode
    (b). Kematian anak 60 %

    (c). Penjualan telur 3 periode x 2 butir x Rp. 1200/butir
    Rp 7.200,-
    (d). Penjualan ayam 18 ekor x Rp. 22000,-/ekor Rp. 396.000,-
    Total Pendapatan Rp. 403.200,-
    Imbangan dan pendapatan/biaya = 1,38
    Keuntungan dalam setahun = Rp. 403.200,- - Rp. 292.925,- Rp. 110.275,-
    Perhitungan di atas di asumsikan pada keadaan tanpa wabah penyakit tetelo.
  3. Sistem usaha pemeliharaan secara semi intensif .
    Pada sistem ini petani mengandangkan ayamnya disertai pemberian pakan tambahan dan beberapa perbaikan manajemen lain secara sederhana. Pada sistem ini tenaga kerja sepenuhnya ditangani oleh keluarga sehingga dalam analisa usaha berikut ini tidak diperhitungkan

    Investasi (Modal tetap)
    (a). Kandang
    Induk Rp. 150.000,-
    Muda Rp. 150.000,-
    Anak dan pemanas
    Rp. 100.000,-
    (b) Bibit
    Bibit ayam betina 9 ekor Rp. 270.000,-
    Bibit ayam jantan 1 ekor Rp. 35.000,-
    Total Rp. 705.000,-
    Manajemen
    Produksi telur 6 periode/tahun
    Penetasan 3 kali/tahun sebanyak 10 butir/periode/induk
    Produksi telur kurang lebih 14 butir/perideo/induk
    Kematian anak sampai umur 4 bulan 25 %
    Dilakukan pemisahan anak
    Pakan diberikan sebanyak : Induk/jantan = 0,025 kg/ekor/hari. Ayam/muda = 0,050/ekor/hari
    (a). Biaya Pakan
    Induk + Jantan = 10 ekor x 0,25 kg/hari x 365 hari x Rp. 1000/kg Rp. 912.500,-
    Anak ayam 0-2 bulan = 9 ekor induk x 8 ekor anak x 3 periode x 0,05 kg/hari x 60 hari x Rp. 1500 Rp. 972.000,-
    Ayam muda 2-4 bulan = 9 ekor induk x 7 ekor anak hidup x 3 periode x 0,05 kg/hari x 60 hari x Rp. 1000/kg Rp. 67.000,-
    Total Rp. 2.451.500
    (b). Biaya Vaksin
    Induk + Jantan = 10 ekor x 4 kali x Rp. 100 Rp. 4.000,-
    Anak ayam 216 ekor x 2 kali x Rp. 100 Rp. 43.000,-
    Ayam muda 198 ekor x 1 kali x Rp. 100 Rp. 19.800
    Penyusutan Kandang (20%) Rp. 80.000,-
    Total Rp. 146.800,-
    Total Biaya Rp. 2.598.300,-
    Pendapatan
    Penjualan telur (9 ekor induk x 3 periode x 4 butir/periode) + (9 ekor induk x 3 periode x
    14 butir/ekor/periode) x Rp. 1200/butir
    Rp. 583.200,-
    Penjualan ayam umur 4 bulan = 135 ekor x Rp 26000 per ekor Rp. 3.510.000,-
    Total Pendapatan Rp. 4.093.200,-
    Imbangan pendapatan/biaya = 1,58
    Keuntungan dalam setahun Rp. 1.494.900,-
  4. Sistem Usaha pemeliharaan secara intensif
    Petani mengatur penetasan telur 1 tahun sebanyak 3 kali setiap induk, sehingga dalam 1 tahun petani mendapatkan hasil telur dan hasil penjualan pembesaran anak.

    Perhitungan skala pemeliharaan ayam buras dengan perbandingan 18 ekor ayam betina dan 2 ekor ayam jantan.


    Investasi (Modal tetap)
    Kandang anak umur 0 - 2 bulan (daya tahan 5 tahun)
    Rp. 500.000,-
    Kandang anak umur 2-4 bulan
    Rp. 1.500.000,-
    Kandang dewasa
    Rp. 500.000,-
    Bibit ayam betina 18 ekor x Rp. 30.000/ekor
    Rp. 540.000,-
    Ayam jantan 2 ekor x Rp. 35.000/ekor Rp. 70.000,-
    Total Rp. 3.110.000,-
    Manajemen
    Penetasan dilakukan 3 kali setiap induk sehingga didapat dari
    18 ekor induk x 3 periode penetasan x 10 ekor anak ayam per periode penetasan sebanyak
    540 anak ayam (umur 1 hari) per tahun
    Modal kerja selama 1 tahun
    (a). Biaya pemeliharaan anak ayam umur 1-2 bulan :
    Pakan 180 ekor x 3 kg/ekor (3 periode) x Rp. 4000 per kg Rp. 2.160.000,-
    Vaksin 180 ekor x 2 kali (3 periode) x Rp. 100 Rp. 36.000,-
    Pemanas selama 2 bulan Rp. 5.000 x 3 periode Rp. 15.000,-
    Penyusutan kandang (20%) Rp. 100.000,-
    Total Rp. 2.311.000,-
    (b). Biaya pemeliharaan ayam muda umur 2-4 bulan
    Pakan 180 ekor x 4 kg (3 periode) x Rp 3.000/kg Rp. 2.160.000,-
    Vaksin 180 ekor x 1 (3 periode) x Rp. 100 Rp. 18.000,-
    Penyusutan Kandang (20%) Rp. 200.000,-
    Total Rp. 2.378.000,-
PENYUSUN EDITOR
LAYOUT

Kartika Fauziah

Matheus Sariubang

Farida Arief

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 05 Desember 2012 12:16
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com