Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi >> Buletin >> Buletin Volume I Nomor I Tahun 2007 >> Penyebarluasan teknologi pertanian spesifik lokasi melalui penyelenggaraan kaji terap


Kaji  terap adalah tes bahan informasi pertanian dan merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani-nelayan dalam memilih paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan sebelum didemonstrasikan dan atau dianjurkan.  Pelaksanaan kaji terap ini dilaksanakan pada kondisi petani – nelayan yang sebenarnya dengan bimbingan penyuluh pertanian dari Dinas-dinas lingkup pertanian yang terkait.  Materi teknologi dalam kegiatan kaji terap diperoleh melalui penyelenggaraan ”Temu Tugas”.   Temu tugas adalah pertemuan berkala antara pengemban fungsi penyuluhan, penelitian, pengaturan dan pelayanan dalam rangka pemberdayaa petani-nelayan beserta keluarganya.  Tujuannya adalah untuk menghimpun bahan informasi pertanian berupa hasil penelitian, kebijakan pengaturan/pelayanan, masalah-masalah yang memerlukan pemecahan segera.  Selain itu pula bertujuan untuk memperoleh kesepakatan dalam rangka penyelenggaraan kaji terap sekaligus untuk penyampaian umpan balik.

Tujuan

  • Meyakinkan  kesesuaian paket teknologi usahatani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agroekosistem petani-nelayan di wilayah dimana kaji terap dilaksanakan.
  • Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum
Kegunaan
  • Mengurangi  resiko kegagalan usahatani-nelayan melalui pemilihan  paket teknologi yang paling sesuai baik ditinjau dari segi teknis maupun secara ekonomi.
  • Meningkatkan keyakinan pelaksana kaji terap yaitu petani-nelayan mengenai paket teknologi usahatani yang akan diterapkan oleh petani nelayan
  • Menghimpun serta memberikan umpan balik kepada lembaga penelitian dan instansi terkait dalam pengembangan paket teknologi usahatani
  • Menyiapkan petani-nelayan untuk menjadi demonstrator yang bersifat motivator dan atau pelatih/petani pemandu bagi petani-nelayan
Manfaat
  • Dapat  merangsang petani-nelayan atau petani – nelayan lainnya untuk menerapkan paket teknologi tersebut dalam usahataninya
  • Keberhasilan kaji terap menunjukkan bahwa paket teknologi tersebut sesuai dengan situasi dan usahatani para petani
Penyelenggaraan  dan Pelaksanaan

a.  Persyaratan
(1)  Materi
  • Materi harus mempunyai dampak pada pemecahan masalah, peningkatan  dan pengembangan usahatani ke arah yang lebih produktif dan ekonomis
  • Materti berasal dari hasil penelitian/pengkajian/telaahan peneliti, penyuluh atau teknologi baru yang dihasilkan oleh petani
(2) Metode Pelaksanaan
  • Sederhana
  • Mudah dimengerti
(3) Lokasi
  • Di lahan petani
  • Memiliki kondisi agroekosistem yang sesuai
(4) Pelaksana
  • Petani pelaksana kaji terap harus memiliki kemauan yang tinggi untuk maju dan menerima inovasi baru
  • Petani pelaksana mampu bekerjasama dengan para penyuluh/peneliti baik dalam menyelenggarakan kaji terap maupun penyebar luasannya
  • Petani pelaksana yang berwibawa dan mempunyai reputasi baik didaerah sekitarnya
b.  Tatalaksana
(1)  Persiapan
  • Perencanaan yang meliputi penetapan materi berupa hasil penelitian oleh pusat dan balai penelitian komoditas, lembaga penelitian swasta, perguruan tinggi, atau dari petani sendiri.   Penyiapan dan penetapan materi dilakukan  melalui temu tugas.
  • Penetapan demonstrator, lokasi, pembimbing, jadwal kegiatan dan pembiayaan
(2) Pelaksanaan
  • Pertemuan dan musyawarah antara peneliti, penyuluh dan dinas-dinas lingkup pertanian yang terkait serta kontani-nelayan pelaksana
  • Penyediaan sarana produksi
  • Penunjukan teknik budidaya oleh pembimbing kepada petani-nelayan pelaksana
  • Pencatatan harian kegiatan dan kegiatan usahatani yang berfungsi untuk mencatat kejadian-kejadian/kelainan-kelainan yang terjadi selama kegiatan berlangsung untuk disampaikan kepada penyuluh pembimbing.  Hal ini diperlukan untuk memudahkan penganalisaan dana dapat dilakukan tindakan korektif sesegera mungkin.
  • Selain itu juga dilakukan pencatatan terhadap tenaga kerja, waktu dan biaya yang digunakan dalam kegiatan kaji terap mulai dari persiapan sampai pada pengolahan hasil
  • Selanjutnya dilakukan pengolahan hasil/perlakuan pasca panen terhadap produksi yang diperoleh
Pembinaan

1.  Tingkat Pusat
  • Penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan kaji terap
  • Pengendalian dan pembinaan kaji terap
  • Pembinaan petugas tingkat propinsi
  • Supervisi lapangan
2.  Tingkat  Provinsi
  • Penjabaran pedoman ke dalam juklak dan juknis
  • Pembinaan operasional penyelenggaraan dan pelaksanaan kaji terap
  • Supervisi lapangan
3.   Tingkat Kabupaten
  • Bimbingan musyawarah dalam menyusun rencana untuk keperluan penyelenggaraan kaji terap
  • Bimbingan teknis di lapangan terutama dalam alih teknologi dan masing-masing sub sektor lingkup pertanian
  • Bimbingan organisasi dan administrasi dalam mengembangkan kerjasama antar petani-nelayan dalam satu kelompok
Pemantauan dan Evaluasi

1.    Pemantauan
  • Untuk  mengetahui perkembangan pelaksanaan lapangan, permasalahan dan hasil kaji terap dilakukan pemantauan oleh penyuluh pertanian secara teratur dan berkesinambungan.  Pemantauan perkembangan penyelenggaraan dan pelaksanaan dilakukan mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan lapangan.  Pemantauan oleh penyuluh pertanian dapat dilakukan melalui pengamatan lapangan secara langsung selama pelaksanaan kaji terap atau menganalisa data dan laporan yang diterima oleh pelaksana kaji terap.
2. Evaluasi
  • Evaluasi dapat dilakukan selama kegiatan berlangsung dan pada waktu kegiatan telah selesai.  Hal-hal yang dievaluasi adalah materi pelaksanaan, lokasi dan biaya penyelenggaraan serta dampak dari penerapan paket teknologi tersebut terhadap produktivitas usahatani serta pendapatannya.
2.   Pembuatan Media
Pembuatan media khusus menyajikan hasil kegiatan kaji terap dalam bentuk Lembaran Informasi Pertanian (LIPTAN) sebagai suatu upaya menyebarluaskan informasi teknologi pertanian. 
3.  Kelemahan
a.  Kurang Dapat Menyerap Peserta
b.  Membutuhkan Biaya Yang Cukup Besar.

Amirullah, Gusti Aidar, NR, Nurdiah Husnah

Jangan pernah menjadikan dan kesusahan dan kesedihan sebagai tema pembicaraan, karena dengan demikian engkau akan menjadikannya sebagai penghalang antara dirimu dan kebahagiaan

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 07 Desember 2012 10:03
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com