Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi >> Panduan Petunjuk Teknis Leaflet >> Teknik produksi benih padi


Benih padi

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Sumbangan terbesar dalam peningkatan produksi padi, diperoleh dari pemanfaatan keunggulan genetik dari Varietas Unggul Baru (VUB) Padi.   Dengan menggunakan varietas unggul baru tanaman padi, akan diperoleh  peningkatan produksi, baik dalam jumlahnya maupun mutu serta daya saing produk yang dihasilkannya. Diantara VUB padi yang dianjurkan adalah Sarinah, Mekongga, Cimelati, Ciherang, Setail (pulut), dan Aek Sibandeng (padi daerah).

TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI

I. Kegiatan Pra Panen

Kegiatan pra panen khususnya untuk penangkaran benih, adalah :

  1. Penggunaan benih sumber : diambil dari kelas benih yang  lebih tinggi dari benih yang akan diproduksi.
  2. Pilih areal sawah yang sesuai :   subur, irigasi terjamin, bebas dari  kekeringan dan banjir, serta   mudah dijangkau (tersedia fasilitas transportasi)
  3. Dilaksanakan oleh kelompok tani yang sudah menguasai teknik     produksi padi
  4. Diawali pembuatan pesemaian : bebas dari kemungkinan tercampur dari    varietas lain yang ada di   sekitarnya
  5. Sawah diolah sempurnah,  umumnya dibajak 2 kali dan digaru serta diperlukan waktu jeda agar singgang padi tumbuh      dapat dimusnahkan. Tanah  diratakan sampai tekstur betul-betul berlumpur.
  6. Pengelolaan kebenaran varietas dilakukan agar tidak terjadi percampuran, isolasi jarak dengan pertanaman  padi    disekitarnya dengan jarak ± 3 meter atau isolasi waktu (selisih waktu mekarnya malai selama 3 minggu) agar varietas yang ditanam hanya menyerbuk sendiri
  7. Menggunakan pendekatan   Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada Padi Sawah, dengan komponen : penggunaan varietas padi unggul baru yang diminati    petani setempat, menggunakan benih bermutu dan menanam bibit umur muda (15 hari setelah       hambur), menanam 1-3 batang per    rumpun tanaman, menggunakan cara tanam jajar legowo, pemupukan N dengan menggunakan BWD dan pemupukan P dan K berdasarkan  analisis tanah, penggunaan pupuk organik, dan pengendalian hama penyakit secara terpadu.

Benih padi







II.Kegiatan Panen dan  Pasca Panen

a. Menetukan Waktu Panen

Waktu panen yang tepat ditandai   dari kondisi pertanaman 90-95 % bulir sudah memasuki fase masak fisiologis (kuning jerami) dan bulir padi pada pangkal malai sudah mengeras. Untuk pertanaman padi tanam pindah, vigor optimal dicapai pada umur 30-42 hari setelah bunga  merata bagi pertanaman padi musim hujan (MH), dan 28-36 hari setelah berbunga merata bagi pertanaman musim kemarau (MK).

Benih padi

 

 

 

 

 

B. Pemanenan

Proses panen harus memenuhi   standar baku sertifikasi : dimulai  dengan mengeluarkan rumpun yang   tidak seharusnya dipanen, menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi kehilangan hasil, perontokan biji segera dilakukan setelah panen   dengan dibanting atau dengan tresher, hindari pemumpukan      terutama jika sampai terjadi fermentasi / panas tinggi karena akan      mematikan lembaga, lakukan pembersihan pendahuluan, dan ukur  kadar air gabah, beri label dengan identitas sekurang-kurangnya asal blok, nama varietas, berat, kelas  calon benih, dan tanggal panen.

panen padi

 

 

 

 

 

c. Pengeringan

Pengeringan dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

  1. Pengeringan dengan sinar matahari
Dengan cara ini dianjurkan menggunakan lantai jemur yang terbuat dari semen, dilapisi terpal agar  tidak terlalu panas dan gabah tidak tercecer, serta dibolak-balik setiap 3 jam sekali. Calon benih dikeringkan sampai mencapai kadar air maksimal 13 %, dan sebaiknya 10-12 % agar tahan disimpan lama.
  1. Pengeringan buatan dengan dryer
Dryer dibersihkan setiap kali ganti varietas, hembuskan udara sekitar 3 jam tanpa pemanasan, kemudian diberikan hembusan udara panas suhu rendah dimulai dari 320C, selanjutnya ditingkatkan seiring dengan menurunnya kadar air gabah calon benih, sampai suhu mencapai panas 420C pada kadar air 14 %. Atur laju penurunan  kadar air 0,5 % per jam. Suhu  disesuaikan setiap 3 jam, bahan dibolak-balik agar panas merata, dan lanjutkan pengeringan sampai diperoleh kadar air minimal 13 % namun sebaiknya 10-12 %. 

d. Pembersihan

Pembersihan dilakukan untuk memisahkan dan mengeluarkan     kotoran dan biji hampa sehingga diperoleh ukuran dan berat biji yang seragam. Kegiatan ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

  1. Dilakukan secara manual jika  jumlah bahan sedikit
  2. Apabila bahan dalam jumlah yang besar dilakukan dengan menggunakan mesin pembersih seperti : blower, separator, dan gravity table separator
  3. Peralatan yang digunakan sebaiknya yang berfungsi baik
  4. Bersihkan alat tersebut setiap kali akan digunakan
  5. Gunakan kemasan/karung baru dan pasang label atau keterangan diluar dan dalam kemasan
  6. Petugas pengawas benih tanaman pangan setempat diminta untuk mengambil contoh guna pengujian laboratorium

e.  Pengemasan / Penyimpanan Benih

  1. Benih yang layak disimpan adalah benih dengan daya tumbuh awal sekitar 90 % dan KA 10-12 %
  2. Gunakan gudang yang memenuhi syarat
  3. Bebas dari hama gudang seperti tikus, hama bubuk, dan lainnya
  4. Gunakan kantong yang kedap udara
  5. Kemasan ditata teratur, tidak bersentuhan langsung dengan  lantai dan dinding gudang

Sumber     : Balai Besar PenelitianPadi Sukamandi
Sumber Dana: P3TIP/FEATI T.A. 2007
Oplah     :750 examplar    
Penyusun :KM, ID & JH

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 06 Desember 2012 09:42
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com