Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Home |  Berita  | Peta Situs | English Version      

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi >> Panduan Petunjuk Teknis Leaflet >> Pengendalian hama tikus di lahan sawah


PENDAHULUAN

Tikus sawah (Ratus argentiventer) termasuk hama yang relatif sulit dikendalikan. Perkembangbiakan dan mobilitas tikus yang cepat serta daya rusak pada tanaman padi yang cukup tinggi menyebabkan hama tikus selalu menjadi ancaman pada pertanaman padi. Kehilangan akibat serangan tikus sangat besar, karena menyerang tanaman sejak padi di persemaian hingga menjelang panen. Berkaitan dengan hal tersebut, maka upaya pengendalian untuk menekan populasi tikus harus dilakukan terus menerus mulai dari saat pratanam hingga menjelang panen dengan menggunakan berbagai teknik secara terpadu. Peran serta dan kerjasama masyarakat / kelompok tani, penentu kebijakan dan tokoh masyarakat juga diperlukan selama proses pengendalian hama tikus.

BEBERAPA TEKNIK  PENGENDALIAN

1.  TBS (Trap Barrier System)

Pemagaran plastik yang mengelilingi petakan persemaian atau sawah yang dilengkapi perangkap bubu pada tiap jarak tertentu.

Perangkap tikus

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Bubu perangkap yang dipasang rapat dengan pagar plastik dan diletakkan gundukan tanah sebagai jalan masuk tikus di depan pintu perangkap.

CARA PEMASANGAN TBS

  1. Pilih petakan sawah berukuran kira-kira 20  50m2
  2. Pasang ajir bambu setiap 1 m bentangan pagar
  3. Gunakan tali atau kawat untuk menegakkan pagar plastik pada petakan. Pagar perlu dibenamkan 10 cm di bawah tanah agar tikus tidak menerobos melalui bagian bawah pagar dan dipasang setinggi 60 cm untuk mencegah loncatan di atas tanah
  4. Buatlah saluran air di bagian luar pagar dengan lebar minimal setengah meter
  5. Pasang paling sedikit 1-2 bubu perangkap pada masing-masing sisi (harus dipasang serapat mungkin dengan pagar, tanpa celah yang memungkinkan tikus masuk menerobos di luar pintu perangkap)
  6. Pasang jalan masuk dengan meletakkan lumpur di depan pintu masuk perangkap

Perangkap tikus

 

 

 

 

 

 

 

 

Catatan :

  1. Perangkap dirapatkan dengan pagar menggunakan ajir bambu
  2. Perangkap dipasang di atas pematang atau permukaan air dan ditutup dengan jerami
  3. Gundukan lumpur diletakkan di depan pintu masuk perangkap sebagai jalan masuk tetapi tidak menghambat aliran air
  4. Bersihkan pagar dan saluran air dari rumput


2.  Gropyokan

Pengendalian dengan peralatan lengkap (pemukul,  emposan, jaring dan sebagainya) yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat yang terkoordinir dan terencana dalam satu hamparan pertanaman yang luas.

3. Pengumpanan

Pengumpanan racun tikus dengan rodentisida akut atau antikoagulan yang dicampur gabah atau beras kemudian diletakkan pada lalulintas tikus.

4. Pemasangan Jaring

Jaring dipasang pada salah satu sisi hamparan sawah, kemudian di sisi lain secara bersama-sama dilakukan penggiringan tikus dan di tepi jaring beberapa orang menunggu dengan alat pemukul.

5. Penggenangan

Penggenangan lobang-lobang tikus dilakukan pada  saat menjelang pembuatan persemaian.

6.  Sanitasi

Membersihkan semak belukar/gulma, membongkar lobang tikus dan perbaikan pematang.

7.  Pengendalian Hayati

Pengendalian menggunakan musuh alami seperti kucing, anjing dan burung hantu.

8. Pengaturan Pola Tanam

Pengaturan pola tanam yaitu dilakukan rotasi antara padi dan palawija dan pengaturan pola tanam secara serempak.

WAKTU PENGENDALIAN

1.   Masa Pra Tanam :
Dilakukan kegiatan : sanitasi, gropyokan masal, penggenangan, perbaikan pematang dan penanaman tanaman perangkap yang dipasangi TBS.

2. Saat Pesemaian
Masih dilakukan pemasangan TBS, dilakukan pengemposan belerang, penggenangan dan pengawasan.

3. Masa pertanaman padi
Dilakukan beberapa teknik pengendalian secara terpadu antara lain : TBS, pengemposan belerang,  pemasangan jaring, pengumpanan racun tikus dan gropyokan.

DAERAH REKOMENDASI

Pengendalian hama tikus secara terpadu direkomendasikan pada daerah yang banyak memiliki semak-semak dan rawa-rawa di sekitar persawahan, karena di daerah tersebut sering terjadi migrasi tikus dari tempat habitatnya dengan jumlah besar, sehingga tidak dapat dikendalikan secara konvensional


Sumber              : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi
Sumber Dana    : P3TIP/FEATI  T.A. 2007
Oplah                :750 examplar   
Penyusun          :AM, RK & JH

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 06 Desember 2012 09:42
 

Joomla Templates by JoomlaVision.com